Senin, 18 April 2011

Perkembangan Hewan

Sistem pencernaan
Gamet, yaitu sperma dan sel gamet yang menyatu selama fertilisasi atau pembuahan merupakan sel yang di hasilkan melalui serangkaian peristiwa perkembangan yang kompleks dalam testis dan ovarium induk. Fungsi utama fertilisasi adalah untuk menyatukan kumpulan kromosom haploid dari dua individu menjadi sebuah sel diploid tunggal yakni zigot.
Fertilisasi atau pembuahan diikuti oleh tiga tahapan berurutan yang mulai membangun tubuh hewan itu. Pertama, pembelahan sel jenis khusus, yang disebut sebagai pembelahan cleavage menciptakan embrio multisesluler atau blastula dari zigot. Tahapankedua, gastrulasi menghasilkan embrio berlapis tiga yang disebut sebagai gastrula. Tahapan ketiga, yang disebut organogenesis membentuk organ rudimenter yang akan tumbuh menjadi struktur dewasa. Pada saat pembelahan pada organisme mamalia, sumbu pembelahan mengikuti pola spesifik yang relatife terhadap kutub zigot. Hal tersebut ditentukan oleh zat-zat yang tersebar secara heterogen dalam sitoplasma dalam sel telur seperti mRNA protein dan kuning telur.
Pembelahan secara terus menerus menghasilkan sebuah bola sel padat yang dikenal sebagai morula. Suatu rongga penuh cairan yang disebut blastosel terbentuk dalam morula, dan menghasilkan tahapan perkembangan bola berlubang yang disebut blastula. Setelah fertilisasi nukleoszigot berada dalam massa kuning telur. Setelah itu sel mengalami pembelahan mitosis yang tidak disertai oleh sitokinesis yang menghasilkan beberapa ratus nucleus di bagian ujung luar sel itu, setelah bermitosis lagi membrane plasma yang disebut blastula tersebut terdiri atas lapisan tunggal 600 sel yang mengelilingi massa kuning telur.
Proses morfogenetik yang disebut gastrulasi adalah pengaturan kembali sel-sel blastula secara dramatis. Gastrulasi berbeda tiap kelompok hewan, dan merupakan kumpulan perubahan seluler. Mekanisme seluler yang umum terjadi adalah perubahan dalam bentuk sel. Hasil penting grastulasi adalah beberapa sel dekat permukaan blastula berpindah kelokasi baru yang lebih dalam. Hal ini mentrasformasi blastula menjadi embrio berlapis tiga yang disebut grastula, ketiga lapisan tersebut adalah ectoderm, mesoderm dan endoderm yang disebut juga lapisan germinal embrio.
Ectoderm membentuk lapisan luar seperti kulit, system saraf dan lensa mata. Endoderm membentuk saluran pencernaan seperti hati dan pangkreas. Sebagian besar organ dan jaringan lain seperti ginjal, jantung dan otot berkembang dari mesoderm. Berbagai daerah pada tiga lapisan germinal berkembang menjadi rudimen dari organ-organ selama proses organogenesis.
Endoderm menbentuk system pencernaan dan parenkim derivatnya, system ini membentang dari membrane bukofaringeal hingga membrane kloakalis dan dibagi menjadi farink, usus depan, usus tengah dan usus belakang. Usus depan membentuk esophagus, trakea dan tunas paru, lambung, dan duodenum disebelah proksimal muara saluran empedu. Hati dan pancreas berkembang sebagai tonjolan keluar epitel endoderm dibagian atas duodenum. Pancreas berkembang dari sebuah tunas ventral dan sebuah tunas dorsal yang kemudian bersatu membentuk pancreas tetap. Usus tengah membentuk belung usus primer, membentuk duodenum disebelah distal muara saluran empedu, dan berlanjut sampai ke persambungan dua pertiga bagian proksimal kolon transversum dan sepertiga bagian distal. Selama minggu ke enam gelung usus primer tumbuh cepat sehingga menonjol masuk dalam tali pusat. Pada minggu ke sepuluh, gelung ini masuk kembali kedalam rongga perut. Usus belakang membentuk daerah dari sepertiga distalkolom transversum hingga bagian kanalis analis yang berasal dari lubang anus ectoderm. Bagian kaudal usus belakang dibagi oleh septup urorektal menjadi rectum dan kanalis analis disebelah posteriol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar